Selamat datang di Situs Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Dapatkan Informasi yang anda butuhkan di Portal ini.

Hal. Awal Wisata
Wisata
kebumen     

KABUPATEN KEBUMEN

Kabupaten kebumen dengan ibukotanya kota kebumen, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.281,115 km2, secara geografis terletak diantara 70 27’  - 70 50’ lintang selatan dan 1090 33’ - 1090 50’ bujur timur, wilayahnya dibatasi oleh Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo di sebelah utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap di sebelah barat, Kabupaten Purworejo dan disebelah timur, samodera Hindia di sebelah selatan.  Perbukitan di gombong selatan disusun oleh batu gamping yang membentuk bentangan alam kars yang khas seperti tempat telur.  Sedangkan gejala kars dalamnya diwakili oleh aneka ukuran dan jenis goa yang jumlahnya puluhan yang menyajikan panorama ekso dan endo kars yang indah.  Daya tarik wisata yang terdapat di Kabupaten Kebumen beraneka macam baik obyek wisata alam, wisata buatan maupun wisata budaya antara lain: goa jatijajar, goa petruk, pantai logending, situs geologi karangsambung, pantai karangbata, pantai menganti, pantai rowo mirit, goa barat, pemandian air panas krakal, pantai karang bolong, pantai petanahan, bentengvan der wijck, waduk wadas lintang, waduk sempor.

alt

Goa Petruk
Goa kapur bertingkat tiga pada bagian atas berupa lorong kering dan dihubungkan oleh lorong dibawahnya yang masih aktif dan terdapat flowstone, memiliki stalagmit dan stalagtit yang indah, di dalam goa terdapat aliran sungan dan beberapa sendang.  Terletak di dukuh mondoyono, desa candi renggo, kec. Ayah, berjarak 30 km dar kota gombong atau 7 km sebelah selatan goa jatijajar.  Luas areal wisata goa alami ini sekitar 0,51 hektar. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan mudah dicapai, kira-kira 25 km dari kota kebumen.  Nama goa petruk berasal dari abdi setia pendawa(lima satria) yang memiliki hidung mancung.  Dalam goa ini mempunyai tiga tingkat bentuk stalagtit dan stalagmit yang indah.  Air terjun yang indah di dalam goa seperti sabun yang berbusa.  Bila masuk ke goa petruk kita kaan melalui trap-trap yang cukup indah.

alt

Pantai Logending/Ayah
Terletak di muara sungai Ijo Dukuh Ronceban, Desa Ayah, Kec. Ayah, berjarak 8 km dari Goa Jatijajar ke arah selatan.  Wisatawan dapat menikmati panoama pantai yang indah dengan berkuda di sepanjang pantai dan menikmati pemandangan sore hari saat matahari terbenam.  Fasilitas yang tersedia: tempat parkir, MCK, kios cinderamata, warung makan, gazebo, tempat bermain anak-anak, camping ground, hutan wisata, mushola, tempat penginapan.
Pantai logending, yang terletak di gombong selatan, kabupaten kebumen, jawa tengah.  Pantai ini dapat dikatakan terlengkap dibandingkan pantai-pantai lain. Selain diapit oleh dua pegunungan yang membuat pemandangan indah, pantai ini juga menjadi lahan para nelayan untuk menunjang kehidupan rutinnya sehari-hari.  Tiap hari puluhan jongkong berjejer di pantai itu, kecuali jongkong-jongkong yang melaut.  Pemandangan seperti ini merupuakan ciri khas dan spesifik pantai nelayan.  Di pantai ini, juga terdapat tempat pelelangan ikan dan penangkaran ubur-ubur.

alt

Benteng Vanderwijck
Dibangun pada abad ke XVIII oleh belanda untuk pertahanan, dan bahkan kadang-kadang untuk menyerang.  Luas benteng atas 3606,625 m2.  Benteng bawah 3606,625 m2.  Tinggi benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.  Terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 m x 11,32 m.  Nama benteng ini diambil dari VAN DER WIJCK, nama yang terpampang pada pintu sebelah kanan, kemungkinan nama komandan pada saat itu.  Benteng ini kadang dihubungkan dengan nama FRANS DAVID COCHIUS(1787-1876), seorang jenderal yang bertugas di daerah barat Bagelen yang namanya diabadikan menjadi benteng GENERAAL COCHIUS.  Selanjutnya benteng pertahanan ini digunakan untuk sekolah militer.  Terletak di Desa Sedayu Kec. Gombong, kota gombong, 21 km dari kota kebumen.  Fasilitas yang tersedia : tempat parkir, MCK, taman bermain, panggung hiburan, mushola, ruang pertemuan, cafe, kolam renang, hotel.

alt

Waduk Sempor
Obyek wisata yang memiliki pemandangna alam yang indah dengan hamparan air waduk yan gluas, terletak sekitar 34 km dari kota kebumen kearah barat laut atau 5 km utara gombong.  Waduk sempor dibangun untuk berbagai kegunaan diantaranya untuk pengairan, pembangkit listrik, pengendalian banjir, perikanan dan pariwisata.

alt

Pantai Karangbolong
Terletak di dukuh tengah desa karangbolong, kec. Buayan, berjarak kurang lebih 18 km dari kota gombong ke arah selatan.  Merupakan pantai yang landai diapit bukit berkarang, wisatawan dapat menyaksikan keindahan alam pantai dan melakukan kegiatan memancing.  Di sebelah timur pantai terdapat goa karang bolong terbentuk oleh breksi lahar yang terkekarkan, panjang goa 30 meter, lebar 10 meter dan tinggi 5 meter.  Fasilitas yang tersedia : tempat parkir, MCK, kios cinderamata, warung makan.

alt

Pemandian Krakal
Pemandian dengan air panas yang mengandung mineral, mata airnya tak pernah kering walau musim kemarau panjang.  Terletak 11 km kota kebumen kearah timur laut.  Suhu air berkisar antara 39-420 C berkaitan dengan induksi panas yang ditimbulkan oleh gesekan bongkah batuan akibat sesar.  Fasilitas yang tersedia : tempat parkir, MCK, kios cinderamata, warung makan, taman bermain, panggung hiburan, mushola.

alt

Pantai Petanahan
Pantai yang landai dengan hamparan pasir yang luas dan deretan gumuk, yang terbangun memanjang sejajar dengan garis pantai.  Pantai petanahan terletak di kecamatan petanahan, berjarak 19 km dari kota kebumen kearah selatan.  Fasilitas yang tersedia : tempat parkir, MCK, mushola, warung makan, tempat bermain anak-anak, gazebo, panggung terbuka, gardu pandang.

alt

Waduk wadas lintang
Obyek wisata yang memiliki pemandangan alam yang indah dengan hamparan air waduk yang luas dilatarbelakangi perbukitan serayu selatan, terletak sekitar 34 km dari kota kebumen kearah timur laut.  Waduk wadas lintang dibangun untuk  keperluan pembangkit listrik, irigasi, perikanan dan pengendalian banjir.  Ukuran waduk ini 9 kali lebih besar daripada waduk sempor.

alt

Geo wisata karangsambung
Wilayah karangsambung  merupakan tempat terhimpunnya beraneka ragam batuan yang muncul dari perut bumi.  Pada tanggal 14 november 2006 kawasan karangsambung dicanangkan sebagai cagar alam geologi.  Terletak di desa karangsambung, kec. Karangsambung gombong, sekitar 19 km dari kota kebumen.  Geowisata ini lebih menitik beratkan pada pengetahuan umum terkait dengan bukti-bukti geologi yang ada di kawasan karangsambung.  Selain itu akan didapatkan pengetahuan-pengetahuan dasar tentang geologi, semisal pengetahuan tentang jenis batuan, singkapan batuan dasar samudera, pengetahuan tentang kompas geologi, dasar-dasar pembacaan peta dan juga presentasi dari Peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian karangsambung.

alt

Unduhan Sarang Burung

Keunikan seni budaya
Selamatan unduhan sarang burung, suatu acara sebelum pengambilan sarang burung wallet dilakukan suatu upacara selamatan dengna tahlilan, kesenian dan larung.  Sebagaimana upacara pada umumnya, upacara ngunduh sarang burung walet di karangbolong juga dilakukan secara bertahap.  Tahap-tahap yang harus dilalui dalam upacara ini adalah sebagai berikut (1) tahap selamatan di paseban(pendopo) kantor dipenda karangbolong;(2) tahap pementasan wayang kulit di goa contoh;(3)tahap melarung sesajen di pantain karangbolong;(4)tahap kenduri atau selamatan dirumah mandor pengunduh sarang burung walet;(5)tahap selamatan di pos penjagaan sarang burung walet.
Tarian lengger lanang, kesenian daerah degnan sajian tarian, atraksi , musik, penarinya laki-laki semua berjumlah 15 orang.

alt

Kuliner
Sate ambal, yaitu sate ayam dengan bumbu tempe rasa manis dan pedas memiliki cita rasa yang khas, berasal dari desa ambal.

Cinderamata
Anyaman pandan, bahan bakunya dari daun pandan yang dibuat tas, sandal, topi.
Kulit kerang, dibuat hiasan dinding, souvenir dsb.

Akomodasi
HOTEL MELATI
SEJAHTERA
CANDI SARI
GRAFIKA
ISTANA
DUNIA
PATRA
EL PRAMIT
EL PRAMIT A
NASIONAL
AMAN
VAN DER WIJCK
MARSIWO
GRAHA PUTRA
PUSPITA
RESTORAN
GRAFIKA
CANDISARI

RUMAH MAKAN
PELANGI
KEDAI MAKAN 27
RUMAKITA
PONDOK BANBU
LESTARI
JAKARTA
LEMBUR KURING
BUNDO
ROSYA
ARGO MINANG
BU LUMINAH
SARI BAHARI
BU PUNGUT

Biro Perjalanan Wisata
INDOTIARA TOUR

 
    

Kabupaten Magelang
Dengan kota mungkit, memiliki luas wilayah 1.085,73 km2, kabupaten ini terletak pada 7o 30’ 13’’ - 7o 42’ 16’’ lintang selatan dan 110o 01’ 50’’ - 110o 26’ 58’’ bujur timur, diapit oleh kabupaten wonosobo dan kabupaten purworejo disebelah barat, kabupaten temanggung dan kabupaten semarang disebelah utara, kabupaten sleman (DIY) disebelah selatan, kabupaten boyolali di sebelah timur.  Kabupaten magelang memiliki daya tarik wisata alam dan budaya antara lain:Air Terjun Sekar Langit, Air Terjun Kedung Kayang,Pemandian Air Hangat Candi Umbul, Ketep Pass, Telaga Blender, Taman Anggrek Borobudur, Curug Silawe, Arung Jeram Citr Elo, Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Umbul, Candi Ngawen, Candi Canggal, Candi Gunung Wukir, Candi Lumbung, Goa Pangeran Diponegoro, Taman Ria Mendut, Gelanggang Renang Kalibening

alt

Candi Borobudur
Terbesar didunia yang merupakan salah satu karya “master piece” di antara tujuh keajaiban dunia terletak di desa borobudur kecamatan borobudur kurang lebih 3 km dibangun oleh raja samaratungga, salah satu raja kerajaan mataram kuno, keturunan wangsa syailendra.  Berdasarkan prasasti kayumwungan, seorang indonesia bernama hudaya kandahjaya mengungkapkan bahwa borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun.  Nama borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras(budhara), sementara beberap yang lain mengatakan borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Bangunan borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat.  tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 43,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan.  Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat diatasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa budha yang menghadap ke arah barat.  Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia.  Sesuai mahzab budha mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.  Bagian dasar borobudur disebut kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.  Empat tingkat diatasnya disebut rupdhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk.  Pada tingkat tersebut, patung budha diletakakan terbuka.  Sementara, tiga tingkat diatasnya dimana budha diletekkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan bentuk.  Bagian paling atas yang disebut arupa melambangkan nirwana, tempat budha bersemayam.

alt

Candi Mendut
Terletak 3 km ke arah timur dari candi borobudur, merupakan candi budha yang dibangun tahun 824 masehi oleh raja Indera dari wangsa Syailendra.  Di dalam candi mendut terdapat 3 patung besar.  Cakyamuni, yang sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma.  Awalokiteswara sebagai bodhi satwa membantu umat manusia awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkotanya, Vajrapani.  Ia sedang memegang bunga teratai merah yang diletekkan di atas telapak tangan.  Dan maitreya sebagai penyelamat manusia di masa depan.

alt

Taman Anggrek Borobudur
Taman anggrek ini dilengkapi laboratorium pembibitan bunga anggrek, greenhouse, bibit bunga anggrek dan tanaman hias lainnya.  Fasilitas yang tersedia : tempat parkir, mck, tempat penjualan tanaman anggrek dan bunga anggrek potong.  Ditempat ini dibudidayakan beraneka ragam anggrek.  Diantaranya adalah jenis Phalaepnopsis, Dendrobium dan Vanda Taman anggrek yang terletak di Jalan Mayor Kusen NO 11 ini diresmikan pada 2 februari 1980 oleh Gubernur Jawa Tengah waktu itu, Soepardjo.

alt

Curug Silawe
Air terjun ang terletak di lereng gunung sumbing dengan ketinggian kurang lebih 50 m.  Terletak di desa sutopati, kecamatan kajoran.  Selain dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan juga dapat disaksikan panorama indah berupa hamparan hutan pinus.

alt

Arung Jeram “Citra Elo”
Merupakan wisata petualangan/tantangan disungai sepanjang 12 km, terletak di desa progowati kec. Mungkid sebelum candi borobudur.

alt

Candi Pawon
Merupakan tempat penyimpanan  senjata raja indera yang bernama Vajranala.  Candi ini terbuat dari batu gunung berapi.  Ditinjau dari seni bangunannya merupakan gabungan seni bangunan hindu jawa kuno dan india.  Candi pawon terletak tepat d sumbu garis yang menghubungkan candi borobudur dan candi mendut.  Selain letaknya, kemiripan motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan diantara ketiganya.  Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga(bagian dari) candi barabudhur.

alt

Museum Widayat
Didirikan tahun 1994 dan terletak sekitar dua kilometer dari candi borobudur.  Ada 1001 lukisan karya widayat yang disimpan di museum itu.  Sejak widayat meninggal pada 2002, museum itu diserahkan untuk kepentingan umum.  Museum seni rupa H. Widayat berdiri diatas areal tanah seluas kurang lebih 7000 m2 terletak di jalur wisata diantara candi mendut dan candi borobudur, kira-kira 2 kilometer sebelum memasuki area  candi borobudur, tepatnya di Jl. Letnan Tukiyah 32 Kota Mungkid, kabupaten magelang, jawa tengah.  Museum H. Widayat terdiri atas 3 bangunan utama, MUSEUM H. WIDAYAT, GALERI HJ. SOEWARNI(d/h GALERI WIDAYAT) dan ART SHOP HJ. SOEMINI, serta AREA TAMAN yang dimanfaatkan untuk meletekkan karya seni outdoor, dibangun tahap demi tahap sesuai dengan perluasan area dan peruntukannya.

alt

Candi Selogriyo
Merupakan candi Hindu, terletak di lereng bukit Sukorini sebelah timur Gunung  Sumbing di Kec.  Windusari.  Candi Selogriyo ini berlokasi di kaki bukit Condong, berbatasan dengan Bukit Giyanti, secara keseluruhan terletak di lereng Bukit Sukorini sebelah Timur Gunung Sumbing di Kecamatan Windusari.  Merupakan bangunan dengan “candi-candi” Hindu.

alt

Taman Rekreasi Mendut
Bagi pengunjung Candi Borobudur yang ingin lebih menikmati suasana santainya dapat singgah di Taman Rekreasi Mendut dalam perjalanan pulangnya karena tempat ini terletak di tepi jalan arab Candi Borobudur.  Fasilitas taman ini antara lain: kolam renang bertarf internasional, kolam renang anak-anak, arena bermain, lapangan tenis, mushola, cafetaria dan parkir luas.

alt

Telaga Bleder
Merupakan obyek wisata tirta dengan panorama alam yang indah serta hawa yang sejuk, terletak di Desa Ngasinan, Kec. Grabag.  Fasilitas yang tersedia: tempat parkir, MCK, speed boad, sepeda air, becak air.

alt

Ketep Pass
Berada pada ketinggian 1200 meter dpl, luas kawasan ini sekitar 8000 m2,terletak di Desa Ketep, Kec. Sawangan, berjarak 17 km dari Desa Blabak ke arah timur, 30km dari Kota Magelang, 35 km dari Kota Boyolali dan 32 Km dari Kota Salatiga.  Daya tarik yang dapat dinikmati di obyek ini pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Tidar, Gunung Andong dan pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian.  Untuk mencapai tempat tujuan tsb. Bisa dari arah magelang atau dari arah Boyolali maupun dari arah Salatiga.  Fasilitas yang tersedia:tempat parkir, MCK, gazebo, mushola, vulkano teather, kios cinderamata, kios penjualan sayuran, rumah makan, museum, teropong gunung merapi.

alt

Desa Wisata Candirejo
Desa ini terletak di Kec. Borobudur sekitar 2,5km dari Candi Borobudur.  Daya tarik wisata utama desa wisata candirejo adalah segala keunikan, berupa kebudayaan tradisional, terkait keaslian kehidupan desa yang alami.  Berbagai daya tarik wisata dapat dinikmati seperti tradisi lokal(Nyadran, Sedekah Bumi)Kesenian Lokal(Jathilan, Kubrosiswo)dan industri rumah tangga(kerajinan bambu dan pandan)sebagai cinderamata sewaktu berkunjung.  Tersedia sarana akomodasi dengan pondok-pondok wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat dan tersedia pula paket-paket wisata alam pedesaan yang menarik.

alt

Keunikan seni budaya
Upacara waisak merupakan peringatan hari raya umat budha yang dipusatkan di candi borobudur, prosesi upacara dimulai dari candi mendut dan puncak acaranya dilaksanakan di candi borobudur.  Kesenian Kobra Siswo merupakan tarian misal yang dilakukan oleh 25 – 40 orang penari, gerakan tari yang dinamis dengan tabuhan dan lagu-lagu yang menarik.

alt

Kuliner
Tape ketan, tape yang bahan bakunya dari ketan
Wajik, terbuat dari ketan dengan rasa yang manis dan diberi warna

alt

Cindera mata
Kerajinan kaleng bekas, pusat kerajinan di Desa Ngadirejo dan Des Tirto Sari.  Kaleng-kaleng bekas yang dibuat hiasan dinding, patung, wayang dsb.Kerajinan pahat batu, produk kerajinan yang dihasilkan berupa patung, market candi, peralatan rumah tangga.  Bahan bakunya dari batu gunung.
Kerajinan tanduk, produk kerajinan yang dihasilkan berupa alat rumah tangga, hiasan dinding tusuk kond dsb.  Pusat pengrajin Desa Pucang, Kec. Secang

AKOMODASI
HOTEL BINTANG
AMAN JIWO
LOSSARI RESORT
SARASWATI
MANOHARA
NING TIDAR

HOTEL MELATI
ROSITA 1
ROSITA 2
CATUR PUTRA
PONDOK TINGAL
SYAILENDRA
SECANG PERMAI
LOTUS
BIMA SAKTI
PURNA ARTHA 1
LOMBOK CHANDRA
RESTORAN
DEJAVU
BOROBUDUR

RUMAH MAKAN
LESTARI GROUP
ES ENY
SUMBER REJEKI MULYA
JAMPI SAYAH
CINTA RASA
CUTA MINANG
MIA SARI
MANGGA
PAK DAR
MUKRI
ACC
MORO SENENG
PONDOK TINGAL
BANGUN UTAMA
LISA
AYAMG GORENG BU TATIK
PROGOSARI
SEDERHANA
BAKSO APOLLO
ANIK MERTOYUDAN
MUNTILAN
RODA BARU
BU MUS
WAROENG IJO
SARI NIKMAT
DWI PUTRA
SUMBER REJEKI MULYO
MBOK SABAR
SOTO MAKASAR
SLAWI AYU
KONDANG
BALEKAMBANG
FAMILI RESTO
CINDE LARAS
BALEDONO
SANDY
ANIK
CINTA RASA
BERG VIEW

MAKANAN KHAS
Tape Ketan
Slondok
Jenang jenmunak
Kripek Tempe
Kripek Tahu
Kupat Tahu
Sego Megono
Rica-rica Entok
Kuliner Khas Magelang
Wajik Ny. Week
Krasikan
Gudeg Bu Santi
Gudeg Bu Jayus

GELANGGANG PERMAINAN
Play Station ‘Ngazi’
Sagita
Play Station ‘Kusuma’
Warnet & Game net ‘Tambakan Net’

PANTI PIJAT
Nuraeni, Pijat Sehat

TAMAN REKREASI
TR. MENDUT
TR. KALIBENING

KARAOKE
Enjoy
Dejavu

LAPANGAN TENIS
TR. MENDUT
TR. KALIBENING

GELANGGANG REMAJA
TR. MENDUT
TR. KALIBENING

SANGGAR SENI
Sanggar Tari Puspita Rini
Sanggar Tari Dwijo Langen Bekso
Sanggar Tari Sekarwangi

GALERY SENI
The Java Galery
Surya Jaya Galery
Souvenir Shop “Borobudur Silver”

Biro Perjalanan Wisata

ASIA BALI
SUKSES TOUR
BOROBUDUR TOUR & TRAVEL
CV. CITRA SEJAHTERA
PT. SEKARJATI PRIMA SAKTI
CV. LANGIT BIRU
CV. ROSANO PUTRIAYU TRANSWISATA
CV. SURYA MANDIRI
JAVA TOUR & TRAVEL
KOPARDA WONOROJO

 
    

KOTA MAGELANG
Secara geografis kota magelang dengan luas wilayah 18,12 km2 terletak diantara dua sungai, yaitu sungai Progo disebelah barat dan sungai elo di sebelah timur dan dikelilingi berjajar gunung-gunung seperti gunung sumbing, gunung sindoro, gunung telomoyo, gunung merbabu, gunung merapi.  Posisi magelang pada 100o 4’ 30’’ bujur timur, 7o 30 - 7o 45’ 20’’ lintang selatan, dengan ketinggian rata-rata 375m diatas permukaan laut sehingga beriklim sejuk.  Kota magelang yang terletak di tengah provinsi jawa tengah sangat strsategis, berada dipersimpangan jalan poros utama semarang-yogyakarta, semarang-cilacap, dan yogyakarta wonosobo.  Daya tarik wisata di kota magelang antara lain : Kamar P. Diponegoro, Museum Abdul Jalil, Museum AJB. Bumiputera, BPK RI Magelang, Museum Sudirman, Taman Kyai Langgeng, Arung Jeram Sungai Progo.

alt

Taman Kyai Langgeng dan Arung Jeram Sungai Progo
Taman rekreasi yang diresmikan pada bulan september 1980 dengan luas lahan sekitar 25,05 h, terletak di Jl.  Cempaka No. 9 Magelang.  Taman wisata ini memiliki ratusan koleksi tanaman langka yang bisa dimanfaatkan sebagi obyek penelitian,  patung-patung dinosaurus dalam ukuran asli, aneka fasilitas permainan, serta yang terbaru adalah prototipe pesawat terbang.  Di taman kyai langgeng, khususnya pada hari libur akan disuguhi dengan berbagai atraksi kesenian daerah maupun musik, selain arena permainan untuk anak-anak dan keluarga, di sebelah taman ini terdapat fasilitas Arung jeram progo asri, dikuhususkan bagi mereka yang menyukai petualangan dengan menelusuri sungai progo.  Sepanjang 9 kilometer kita akan menikmati suasana pedesaan di tepian sungai progo sekaligus menikmati jeram-jeramnya.  Petualangan ini bisa dinikmati setiap hari dari pukul 08.00 sampai 14.00 tentu saja dengan melihat kondisi perairan di sungai progo.  Anda akan didampingi oleh pemandu yang telah berpengalaman serta memperoleh fasilitas lain serperti makan, asuransi dan transportasi kembali ke pos pemberangkatan.

alt

Kamar P. Diponegoro
Sebuah kamar yang berisi peninggalan P. Diponegoro, selain meja kursi yang dipakai untuk berunding di kamar itu juga terdapat kitab tahrib, jubah ukuran besar yang dikenakan beliau pada waktu berunding, bale-bale tempat beliau bersembahyang, teko dan 7 buah cangkir tempat 7 minuman kegemaran beliau dan beberapa lukisan yang menggambarkan kepahlawanan beliau.  Dilengan kursi yang didudukin ada peninggalan bekas guratan, konon karena amarahnya P. Diponegoro sempat mencengkeram kursi yang didududkinya sehingga meninggalkan bekas guratan tersebut.  Kamar P. Diponegoro terletak di gedung eks Karisidenan Kudu dibagian  barat Kota Magelang.

alt

Museum Abdul Jalil
Meruapakn museum militer yang diresmikan pada tanggal 4 oktober 1964, di museum ini mengoleksi benda-benda bersejarah pahlawan-pahlawan Indonesia al. Jendral Sudirman, Jendral Urip Sumoharjo dan para pahlawan revolusi yang telah gugur dalam menegakan dan mempertahankan Republik Indonesia.  Terletak di komplek Akademi Militer dibuka untuk umum pada jam kerja.

alt

Museum AJB. Bumiputera
Museum ini diresmikan pada tanggal  20 Mei 1985, di dalam museum ini dapat disaksikan rekaman sejarah Asuran Bumi Putra 1912 sejak lahir berdirinya di Kota Magelang berkembang sampai sekarang menjadi perusahaan asuransi nasional yang besar.

alt

Museum BPK RI Magelang
Merupakan sebuah gedung yang dulunya dikenal dengan gedung aniem, sejak 1 januari 1947 s/d 6 november 1948 menjadi gedung BPK RI yang pertama dan setelah BPK pindah di Yogyakarta gedung ini dijadikan sebuah museum, terletak di sebelah kiri gedung kantor eks Karisidenan Kedu.

alt

Museum Sudirman
Merupakan sebuah gedung yang pernah ditempatai oleh alm. Jendral  Sudirman sampai saat wafatnya, gedung ini diabadikan menjadi sebuah museum dengan nama Museum Sudirman dan didalamnya tersimpan beberapa benda peninggalan beliau, terletak di Jl. Badaan / Jl. Ade Irma Suryani.

alt

Keunikan Seni Budaya
Wayang Gethuk, wayangnya terbuat dari gethuk.
Tari Kuntulan, suatu tarian yang penarinya menggunakan kostum seperti yang dikenakan oleh P. Diponegoro.

alt

Kuliner
Buntil, ayam goreng ninit, tahu pojok, gethuk gondok, ceripang singkong, gethuk trio.

Cinderamata
Sarung gloyor, sarung bahannya licin

AKOMODASI
HOTEL BINTANG
PURI ASRI (Bintang 4) Jl. Cempaka No. 9 Telp. 0293 – 64114, 365115
SRITI (Bintang 3) Jl. Daha No. 23 Telp. 0293 – 363347, 363348
BOROBUDUR INDAH (Bintang 2) Jl. A. Yani No. 246 Telp. 0293 – 364502, 311500
TRIO(Bintang 2) Jl. Jend. Sudirman No. 69 Telp. 0293 -365095, 365096
HOTEL MELATI
SAFARI(Melati 3) Jl. A. Yani No. 131 Telp. 0293-362784
ALIA (Melati 3) Jl. A. Yani No 10 A Telp. 0293-362118
BHARATA (Melati 2) Jl. A. Yani No. 240 Telp. 0293-363428
PRINGGADING (Melati 2) Jl. Diponegoro No. 88 Telp. 0293-362151
SUMBER WARAS (Melati 2) Jl. Pemuda No. 149 Telp. 0293-310333
LOKA SARI(Melati 2) Jl. Brigjend. Katamso No. 15 Telp. 0293-362316
MUTIARA (Melati 2) Jl. Pemuda No. 139 Telp. 0293-369314
ARDHIVA(Melati 1) Jl. Dana No. 639 Telp. 0293-361593
WISATA Jl. Jend, Sudirman NO. 367 Telp. 0293-362593
RUMAH MAKAN
Seneng Makmur Jl. Gatot Subroto 55 (0293)364460
Laras Hati Jl. Tentara Pelajar 50 (0293)364108
Tip Top Jl. Tentara Pelajar 53 (0293)36370
Mie Jakarta Jl. Tentara Pelajar 24(0293)36884
Es Murni Jl. Sri Wijaya 26(0293)363630
Sate Juritan
Es Eny Baru
Fantasia
Soto Semarang
Sido Moro
Ninit
Ninit Baru
Minang Baru
Minang Sari
Soto Kudus
Sate Pak Sabar
Sate Pak Dul
Sate Mbak Tik
Soto Madura
Anda
Tahu Pojok
Tahu Pojok
Marem
Cemara Dua
Mie Bandung
Dunkin Donuts
Mie Jakarta
Es Eny
Es Eny
Kantin Matahari
ELOK SAIYO
PANCORAN
ASIA
MAKANAN KHAS
Industri Tahu, Getuk Kondang, Krupuk, Tahu, Tahu, Krupuk Tempe, Industri Peyek Paru, Tahu Dan Krupuk Tahu, Buntil, Ceriping Ketela, Getuk Eco, Getuk Gandem, Getuk Gandem, Getuk Milinium, Getuk Tri Aroma, Getuk Warna, Getuk Week, Keripik Tahun Yuka, Sirup Jahe, Sirup Dan Permen Asem, Tape Ketan, Ceriping Getuk Cap Kuda.

GOR
GOR Samapta, Stadion Abu Bakrin
PANTI PIJAT
Panti Pijat Kakiku
Panti Pijat Nakamura
Panti Pijat Pertuni
GELANGGANG RENANG
Tirto Langgeng
Kolam Renang Puri Asri
Kolam Renang Trio
Taman Gladiool
LAPANGAN TENIS
Lapangna PELTI
Kyai Langgeng Indoor
Lapangan Taman Parkir
Lapangan Bina Marga
Lapangan RST
Lapangan RSU
Lapangan RSJ
ARENA KETANGKASAN
Gardena Wonderland
Planet Hollywood
Lapangan sidotopo
Borobudur International Golf & country Club
KARAOKE
Ponco Wali
Wisata
Mahami
BILYARD
Wisata

 
alt    

KABUPATEN KARANGANYAR
Kabupaten Karanganyar dengan ibukotanya Kota Karanganyar, dengan luas wilayah 77.378,6374 ha. Secara geografis terletak disebelah barat lereng Gunung Lawu pada posisi 110º  40? - 110º  70? Bujur Timur, 7º  28? – 7º  46?  Lintang Selatan dan wilayah ini berbatasan  dengan Kabupaten Sragen di sebelah utara, Kabupaten Boyolali dan Kota Surakarta di sebelah barat, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah Selatan, Kabupaten Ngawi dan Magetan (Jatim).
Sebagian besar Daya tarik wisata  Kabupaten  Karanganyar berada di lereng barat Gunung Lawu, antara lain : Air Terjun Grojogan Sewu, Wana Wisata Bromo, Puncak Lawu, Pemandian Sapta Tirta Pablengan, Pemandian Air Hangat Cumpleng, Camping Lawu Resort, Bumi Perkemahan Sekipan, Air Terjun Jumok, Agro Wisata Sondokoro, Taman Semar, Candi Sukuh, Candi Ceto, Makam Jabalkanil, Pertapaan Pringgodani, Situs Purbakala Pelanggatan, Monumen Tanah Kritis, Astana Mangadeg, Astana Girilayu, Situs Purbakala Giyanti,Taman Rekreasi Balekambang

alt

Air Terjun Grojogan Sewu
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu, walaupun air terjun tidak berjumlah seribu namun percikan air yang jatuh dari atas tebing sangat deras dan membasahi area yang berada disekitarnya. Ketinggian Grojogan Sewu mencapai 80 meter dan terletak diantara hutan wisata Tawangmangu.
Memasuki Taman Wisata Grojogan Sewu, di sekitar objek wisata banyak terdapat penjual souvenir seperti tanaman khas pegunungan, kerajinan, pakaian, dan masih banyak lagi. Memasuki Taman Wisata Grojogan Sewu, kami harus melewati tangga turun untuk menuju ke tepi air terjun. Dengan ketinggian tebing sekitar 100 meter, perjalanan dengan menuruni anak tangga cukup melelahkan bagi pengunjung air terjun ini. Namun perjalanan yang melelahkan ini terbayar dengan pesona air terjun Grojogan Sewu yang menawan ini. Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas dari hutan wisata ini adalah Taman Binatang Hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, mushola dan MCK

alt

Wana Wisata Bromo
Wana wisata ini disamping menjadi obyek  wisata juga menjadi tempat penelitian berbgai jenis tanaman hutan lindung. Luas kawasan ini sekitar 11 ha, terletak di tepi jalan raya Karanganyar - Mojogedang sekitar 5 km dari Kota Karanganyar ke arah timur, untuk mencapai lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan umum.
Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, MCK, permainan anak-anak, kios cinderamata, warung makan, pos-pos keamanan, tempat peristirahatan.

alt

Gunung Lawu
Gunung Lawu (3.265 m) berdiri kokoh diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak menyimpan sejuta misteri dan legenda. Dalam legenda Gunung Lawu dipercayai sebagai tempat bertapanya Raden Brawijaya atau dikenal dengan Sunan Lawu setelah mengundurkan diri dari kerajaan Majapahit, dan beliau dipercaya sebagai penguasa seluruh makhluk yang ada di Gunung Lawu.
Gunung Lawu juga mempunyai kawah yang namanya sangat terkenal yakni Kawah Condrodimuko, yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat menggodok tokoh pewayangan yaitu Raden Gatutkaca, salah satu dari Pandawa Lima. Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Drajat, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu "Punden Berundak", Lumbung Selayur, Telaga Kuning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Edelweis berwarna merah muda, kuning dan putih.
Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
 Desa Cemoro Sewu maupun dukuh Cemoro kandang yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer merupakan gerbang pendakian ke puncak Lawu atau lebih dikenal dengan nama Argo Dumilah, letaknya berada tidak jauh dari kota dan dilintasi oleh jalan raya tertinggi di pulau Jawa yaitu sekitar 1.878 meter dari permukaan air laut. Karena letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Lawu ini banyak dikunjungi pendaki pada Minggu dan hari-hari libur. Bahkan pada bulan Suro (Tahun Baru menurut penanggalan Jawa), kita akan menemui bahwa mereka yang mendaki bukan saja untuk ke puncak gunung Lawu, tetapi juga banyak diantaranya adalah peziarah, pertapa dan berbagai tujuan lainnya

alt

Candi Kukuh
Candi ini terletak di sebelah barat lereng Gunung Lawu sekitar 910 m diatas permukaan laut. Dibangun  sekitar abad 15 atau 16 pada jaman kerjaan Hindu Majapahit dengan luas areal ± 5.500 m², bangunan utamanya dengan ketinggian 910 m dpl menyerupai bentuk bangunan paramid di Meksiko. Pada pintu gerbang  utama terdapat  hiasan kepala raksasa dengan relief-relief simbolik “Candra Sangkala” yang mengungkapkan angka tahun pendirian candi, di halaman candi terdapat juga candi kecil  dan berbagai relief-relief  yang terkessan erotis, yang sebenarnya merupakan symbol tentang ajaran kehidupan yang hakiki serta pada relief berseri menggambarkan  cerita Garudeya dan Sudhamala yang mengangkat tema pembebasan.  Dimasa lalu  komplek candi merupakan tempat pemujaan dan penyelenggaraan acara ritual keagamaan bagi para penganut agama Hindu, namun sekarng hanya berfungsi sebagai tempat meditasi dan sesaji . Candi Sukuh terletak di Desa Berjo, Kec. Ngargoyoso, untuk mencapai tempat ini dapat menggunakan angkutan pedesaan jurusan Karangpandan-Ngargoyoso(Candi Sukuh).

alt

Pemandian Air Hangat Cumpleng
Merupakan pemandian dengan sumber air hangat alami yang dipercaya memiliki khasiat untuk penyembuhan penyakit kulit. Terletak di Desa Plumbon, Kec. Tawangmangu, berjarak sekitar 26 km dari Kota Karanganyar, posisinya di jalan tembus Tawangmangu menuju Astana Mangadeg/Matesih. Untuk mencapai lokasi tersebut mudah  dapat menggunakan kendaraan umum. Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, kamar madi terbuka, arena rekreasi, shelter, Pendopo, bumi perkemahan.

alt

Candi Cetho
Terletak di Desa Gumeng, Kec. Jenawi di  sebelah barat lereng Gunung Lawu, berada diatas bukit dengan panorama yang indah dikelilingi oleh perkebunan teh. Candi ini mempunyai daya tarik sendiri karena bangunan candi  tidak seperti kebanyakan bangunan candi-candi lain yang ada di Jawa Tengah. Untuk mencapai Candi Cetho harus melalui jalur yang sempit menanjak dan berkelok-kelok melewati perkebunan teh dan hutan. Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut. Sampai saat ini, komplek candi digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/Kejawen.

alt

Mata Air Sapta Tirta Pablengan
Terletak di Dusun Pablengan tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Karanganyar - Matesih. Keistimewaan dari mata air ini adalah, tiap mata air dari tujuh mata air yang ada mempunyai keistimewaan dan dipercaya mempunyai khasiat yang berbeda. Ketujuh mata air itu masing-masing adalah sumber air bleng yang bisa dipakai untuk membuat kerupuk, sumber air hangat yang mengandung belerang, sumber air hidup yang terus bergolak dan konon berkhasiat menambah kecantikan, juga sumber air soda yang rasanya memang seperti soda.
Sumber lainnya adalah sumber air urus-urus yang dapat digunakan sebagai obat pencahar, lalu sumber air kasekten yang konon bertuah bagi siapa saja yang ingin menambah ketebalan kulit dan nyali untuk berperang. Sumber air terakhir adalah sumber air mati yang debitnya tidak pernah berkurang atau bertambah. Untuk yang terakhir ini tidak boleh diminum, karena mengandung gas karbondioksida yang beracun.

Makam Jabalkanil
Merupakan obyek wisata ziarah  terdapat bangunan petilasan Syeh Maulana Mahgribi dan masjid dengan bedug nya yang kuno dan dipercaya memiliki daya gaib seperti berbunyi sendiri tanpa ditabuh, terletak di bukit Jabalkanil lereng barat Gunung Law dan untuk mencapai tempat tersebut  dapat dengan kendaraan umum  jurusan Tawangmangu-Matesih. Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, MCK, masjid.

alt

Camping Lawu Resort
Terletak di tepi jalan raya Tawangmangu-Sarangan, merupakan tempat perkemahan wisata yang dikelola secara komersial berhawa sejuk dengan panorama alam Gunung Lawu. Fasilitas yang tersedia :  Tempat parkir, panggung terbuka, kolam renang, cafeteria, tenda/kemah berbagai ukuran

alt

Bumi Perkemahan Sekipan
Merupakan bumi perkemahan dengan luas  sekitar 5 ha yang dikelilingi oleh perbukitan yang indah dan berhawa sejuk. Terletak di Kelurahan Kalisoro, Kec. Twangmangu, berjarak  sekitar 5 km dari pusat Kota Karanganyar. Area perkemahan ini banyak dikunjungi para pekemah yang mayoritas kalangan pelajar dan mahasiswa karena memiliki fasilitas yang memadai.


alt

Pertapan Pringgodani
Merupakan obyek wisata sejarah yang terletak di sebelah barat Gunung Lawu, terletak di Kelurahan Blumbang, Kec. Tawangmangu.  Di lokasi teresbut terdapat kolam yang dianggap sakral disebut sendang penganten dan petilasan . Biasanya para pengunjung datang pada hari malam Jum’at Kliwon dan malam Selasa Kliwon untuk melakukan ziarah. Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, MCK, tempat pertapaan.

alt

Astana Mangadeg
Astana Girilayu dan Mengadeg adalah kompleks pemakaman para penguasa dan kerabat dekat Puro (Istana) Mangkunegaran. Di Girilayu-lah letak makam Mangkunegara IV, V, VII, dan VIII, sementara MN I, II,  dan III dimakamkan di Mangadeg, dan MN VI di Astana Nayu Utara, Solo. Khusus untuk MN I, alias Raden Mas Said, alias Pangeran Sambernyawa, makamnya masih banyak diperdebatkan antara mereka yang yakin bahwa makam MN I berada di Mengadeg dan mereka yang yakin bahwa sebenarnya makam MN I berada di dalam ruang pusat Puro Mangkunegaran sendiri. Mana yang benar, hal ini belum dibuktikan.
Makam Giribangun, seperti yang sudah diketahui adalah kompleks makam dimana jenazah mantan Presiden ke 2 RI, Soeharto dan Ibu Tien Soeharto dimakamkan. Kini ketiga kompleks makam tersebut banyak dipakai sebagai tempat wisata peziarahan yang banyak dikunjungi oleh para peziarah.

alt

Taman Rekreasi Balekembang
Tempat rekreasi keluarga dengan luas sekitar 3,5 ha, terletak  berdekatan dengan Air Terjun Grojogan Sewu.Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, kolam renang, arena bermain anak-anak, lapangan tennis, gedung pertemuan, rumah makan, menara pengamat pemandangan, kios penjualan tanaman hias, arena pemeran lukisan.

alt

Agrowisata Sondokoro
Merupakan Daya Tarik wisata keluarga di Pabrik Gula Tasikmadu  Kab. Karanganyar. Bentuk atraksi wisata yang diilhami dari  saat pabrik akan melakukan giling tebu untuk pembuatan gula atau yang sering di sebut "CEMBRENGANG". Daya tarik wisata yang ada antara lain : kereta wisata yang menelusuri rute sekeliling Pabrik Gula. Melewati museum Gula. Ada juga di sana-sini hewan langka dalam kurungan. Part-part mesin pengolah gula yang berupa besi tua berbentuk roda gigi itu ditata seolah menjadi taman mengasyikan. Kereta Tebu itu berubah fungsi menjadi Ada Flying fox, wahana rumah pohon, art galery, taman bermain untuk anak-anak, kolam renang, dan resto-resto yang mengelilingi wilayah itu. Kereta Tebu itu berubah fungsi menjadi Ada Flying fox, wahana rumah pohon, art galery, taman bermain untuk anak-anak, kolam renang, dan resto-resto yang mengelilingi wilayah itu. Selain tersedia lahan parkir yang cukup luas, setiap hari libur ada panggung hiburan dengan pertunjukan live music.

alt

Keunikan Seni Budaya
Upacara adat dhukutan, merupakan ritual adat bersih desa  yang dilaksanakan setiap hari Selasa Kliwon 7 bulan sekali oleh masyarakat nglurah Kelurahan Tawangmangu. Seluruh masyarakat nglurah membuat sesaji, dikumpulkan di rumah sesepuh desa untuk didoakan kemudian sesaji tersebut dikirab menuju situs purbakala Menggung dan dibagi-bagikan kepada warga.
Upacara wahyu kliyu, yaitu upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat  Dusun Kendal, Desa Jatipuro, Kec. Jatipuro. Suatu tradisi selamatan dengan apem mini, masyarakat Dusun Kendal diwajibkan membuat apem setiap kepala keluarga harus mengumpulkan 344 buah apem. Ribuan kue apem yang sudah terkumpul ditutup dengan daun pisang kemudian didoakan bersama-sama, setelah upacara selesai apem-apem tersebut dibagikan kepada seluruh warga. Menurut keyakinan masyarakat setempat apabila selamatan apem mini ini tidak dilaksanakan akan terjadi bencana yang menimpa masayrakat Dusun Kendal.
Sendratari Garudeya, sendratari untuk kegiatan ruwatan dengan mengambil kisah Garudeya yang
terdapat pada relief candi Sukuh, yaitu menggambarkan tentang pembebasan dari perbudakan.

alt

Kuliner
Soto gobyos, soto yang dimasak dengan kwali dari tanah liat, yang disajikan dalam keadaan panas.
Sate landak, sate bahan bakunya dari daging landak.

 
    

KABUPATEN KLATEN
Kabupaten Klaten adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah berada dibagian selatan dengan ibukotanya Kota Klaten, kabupaten ini mempunyai luas wilayah 655,56 ha. Secara geografis wilayahnya diapit oleh gunung Merapi dan pegunungan Seribu terletak diantara 7º  30?  – 7º 45? Selatan dan 110º  30? - 110º 45? Bujur Timur, secara administratif   berbatasan dengan Kabupaten Boyolai di sebelah utara, Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur, Kabupaten Sleman (DIY) di sebelah barat, Kabupaten Gunung Kidul (DIY) di sebelah Selatan.  Posisi Klaten sangat strategis berada pada jalur utama Kota Yogyakarta yang berjarak sekitar 28 km  dan Kota Surakarta yang berjarak sekitar 35 km.
Daya Tarik Wisata Kabupaten Klaten meliputi, Candi Prambanan, Candi Bubrah, Candi Asu, Candi Sewu, Candi Merak Rowo Jombor, Deles Indah, Sumber Air Ingas, Sendang Sinongko, Sendang Bulus Jimbun, Candi Prambanan, Candi Plaosan, Makam Ki Ageng Pandanaran, Makam R. Ng. Ronggowarsito, Makam Ki Ageng Gribig, Makam Ki Ageng Perwito, Museum GulaPesanggrahan PB X, Pemandian Jolotundo, Pemandian Lumbantirto, Pemandian Tirtomoyo, Desa Wisata Melikan, Desa Wisata Duwet.

alt

Candi Prambanan
adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi.
Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma. Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan.

alt

Candi Sewu
merupakan kompleks candi berlatar belakang agama Buddha terbesar di Jawa tengah di samping Borobudur, yang di bangun pada akhir abad VIII M. Ditinjau dari luas dan banyaknya bangunan yang ada di dalam kompleks, diduga Candi Sewu dahulu merupakan candi kerajaan dan salah satu pusat kegiatan keagamaan yang cukup penting pada jamannya. Sedangkan dilihat dari lokasi, letak Candi Sewu yang tidak jauh dari Candi Prambanan, menunjukkan bahwa pada saat itu dua agama besar dunia yaitu Hindu dan Buddha berdampingan secara damai.

alt

Candi Plaosan
Terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Percandian ini terdiri dari dua kelompok bangunan candi yaitu Plaosan Lord an Plaosan Kidul. Plaosan Lor memiliki dua candi utama dalam posisi berjajar utara – selatan dan menghadap ke barat, sedangkan Plaosan Kidul berada disebelah utaranya, berupa sebuah batur pendopo yang dikelilingi dua deret stupa. Kedua candi utama memiliki halaman sendiri-sendiri yang dibatasi pagar batu dengan pintu-pintu gerbang. Kedua halaman dikelilingi oleh tiga deret candi perwara dan stupa yang berjumlah 174 buah. Candi ini dibangun pada pertengahan abad 9 Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisurinya. Kelompok candi Plaosan Lor (utara) terdiri atas 2 candi induk, 58 Perwara dan 126 buah stupa. Kelompok candi Plaosan Kidul (selatan) hanya berupa sebuah candi. Halaman candi induk terbagi 2 yang masing-masing diatasnya berdiri sebuah biara bertingkat dua. Tingkat atas untuk tempat tinggal para pendeta Budha dan tingkat bawah untuk kegiatan keagamaan. Alam nan permai disekitamya. Bangunan ini sangat unik, berbeda dengan bangunan bangunan sesamanya dan lebih mengesankan sebuah kraton (istana). Diperkirakan Balaputera Dewa dari dinasti Syailendra yang beragama Budha mendirikannya pada pertengahan abad 9 Masehi sebagai benteng pertahanan strategis terhadap Rakai Pikatan.

alt

Makam Sunan Pandanaran – Bayat
Makam ini juga dikenal dengan nama makam Sunan Bayat, merupakan makam seorang ulama penyebar agama Islam. Terletak di Desa Paseban, Kec. Bayat, berjarak sekitar 15 km dari Kota Klaten kearah  selatan.
Makamnya terletak di atas bukit. Kompleks makam Tembayat ini sendiri dibangun sejak tahun 1526 (sengkala: murti sarira jleging ratu) dengan nuansa Hindu yang sangat kental. Jadi lebih tua dari makam Imogiri. Desain kompleks makam ini mengikuti pandangan kosmologis masyarakat Jawa. Begitu masuk, sudah disamput gapura Segara Muncar yang berbentuk candi bentar. Gapura ini sekarang sudah menyatu dengan kompleks permukiman warga dan berdiri di sudut lapangan balai desa. Agak naik ke atas, kita akan bertemu gapura Dhuda, juga berupa candi bentar. Berturut-turut akan menemui gapura Pangrantunan berbentuk paduraksa tanpa pintu, gapura Panemut yang berbentuk candi bentar, gapura Pamuncar seperti gapura Panemut, dan gapura Bale Kencur yang berbentuk paduraksa yang berdaun pintu.  Setelah gapura terakhir, kita akan menemui masjid usianya setua usia kompleks makam ini. Ukurannya kecil, bahkan untuk masuk masjid harus menundukkan kepala. Arsitektur majsid jawa dengan 4 soko guru. Bahan kayu yang dipakai untuk sokoguru, pintu, dan jendela masih asli. Bedung yang sudah termakan usia juga masih ada, ditaruh di luar. Makam tersebut terletak di dalam sebuah bangunan yang luas dan tertutup (lihat foto bawah), dengan tembok yang tebal. Di dalam ruangan, makam tersebut juga ditutupi oleh bangunan dari kayu, dengan selambu kain warna putih.. Di sekitar bangunan tersebut juga terdapat senjata tombak dan payung.

alt

Makam R. Ng. Ranggawarsita
Makam R. Ng. Ranggawarsita terletak di Desa Palar Kab. Klaten, banyak dikunjungi oleh para peziarah terutama kaum cerdik karena diyakini bahwa beliau seorang cendikiawan yang patut diteladani.
R. Ng. Ranggawarsita sewaktu muda Burham terkenal nakal dan gemar judi. Ia dikirim kakeknya untuk berguru agama Islam pada Kyai Imam Besari pemimpin Pesantren Gebang Tinatar di Desa Tegalsari (Ponorogo). Pada mulanya ia tetap saja bandel, bahkan sampai kabur ke Madiun. Setelah kembali ke Ponorogo, konon, ia mendapat "pencerahan" di Sungai Kedungwatu, sehingga berubah menjadi pemuda alim yang pandai mengaji. Bagus Burham diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabei Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda tahun 1830. Lalu setelah kematian kakeknya (Yasadipura II), Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga keraton Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845.
Pada masa inilah Ranggawarsita melahirkan banyak karya sastra. Hubungannya dengan Pakubuwana VII juga sangat harmonis. Ia juga dikenal sebagai peramal ulung dengan berbagai macam ilmu kesaktian. Naskah-naskah babad cenderung bersifat simbolis dalam menggambarkan keistimewaan Ranggawarsita. Misalnya, ia dikisahkan mengerti bahasa binatang. Ini merupakan simbol bahwa, Ranggawarsita peka terhadap keluh kesah rakyat kecil. Ranggawarsita meninggal dunia secara misterius tanggal 24 Desember 1873. Anehnya, tanggal kematian tersebut justru terdapat dalam karya terakhirnya, yaitu Serat Sabdajati yang ia tulis sendiri. Hal ini menimbulkan dugaan kalau Ranggawarsita meninggal karena dihukum mati, sehingga ia bisa mengetahui dengan persis kapan hari kematiannya.

alt

Makam Ki Ageng Gribig
Ki Ageng Gribig yang bernama asli Wasibagno Timur atau ada yang menyebutkan Syekh Wasihatno, merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dari Majapahit. Yang mana disebutkan bahwa beliau adalah putra dari Raden  Mas Guntur atau Prabu Wasi Jaladara atau Bandara Putih, putra dari Jaka Dolog adalah putra Prabu Brawijaya V raja terakhir kerajaan Majapahit. Ia adalah seorang ulama besar yang memperjuangkan Islam di pulau Jawa, tepatnya di Desa Krajan, Jatinom, Klaten
Banyak peninggalan-peninggalan beliau yang menjadi bukti sejarah bahwa Ki Ageng Gribig adalah ulama besar yang berhasil dalam dakwahnya. Salah satu peninggalannya adalah Masjid Besar Jatinom yang dulu dijadikan pusat belajar mengajar, serta tongkat beliau yang sampai sekarang dijadikan sebagai tongkat Khotib ketika shalat Jum'at, serta kolam wudhu yang konon adalah tempat wudhu Ki Ageng Gribig beserta santrinya yang berjarak 50 meter dari Masjid yang bernama Sendang Plampeyan, Gua Suran dan juga Gua Belan. Gua Suran letaknya tak jauh dari Mesjid Besar Jatinom. Gua ini, dulunya, adalah tempat bersemedi Ki Ageng Gribig. Konon, ular dan macan menjadi penjaganya, saat ia bersemedi. Meski berbentuk terowongan, Gua Suran ini tidak terlalu dalam, bahkan lebarnya hanya selebar tubuh manusia. Tingginya, memaksa orang yang masuk ke dalam untuk merunduk, agar tak terantuk atap gua. Tak jauh dari Gua Suran ini, Ki Ageng Gribig sempat memanfaatkan sebuah bangunan kecil sebagai tempat ibadah, saat ia pertama kali datang ke Jatinom.

alt

Jombor Permai
Kawasan Rawa Jombor merupakan daya tarik wisata yang memiliki potensi yang baik dengan pemandangan alamnya yang indah. Rawa Jombor mempunyai fungsi sebagai irigasi, perikanan dan rekreasi. Rawa Jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten atau sebelah selatan sejauh 15 kilometer dari Kota Klaten. Merupakan daerah wisata alam dipadukan dengan kuliner hidangan air tawar. Warung apung sebetulnya hanyalah sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Namun warung apung di Rawa Jombor ini memberikan daya tarik tersendiri berikut nuansa kuliner yang ditawarkan. Jumlah warung apung di Rawa Jombor ini cukup banyak dan dibatasi per kapling, para pengunjung tinggal memilih warung apung yang akan dijadikan tempat untuk menikmati wisata kuliner di Rawa Jombor

alt

Dales Indah
Deles Indah merupakan Obyek Wisata yang terletak di lereng kaki gunung Merapi sebelah timur ± 25 km dari Kota Klaten, Deles berada di Wilayah Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, dengan ketinggian antara 800 m – 1300 m diatas permukaan laut. Deles mempunyai potensi spesifik suasana pemandangan alam pegunungan. Dari obyek wisata deles dapat dilihat pemandangan puncak Merapi dengan nyata, pemandangan kota Klaten yang dihiasi dengan cerobong Perusahaan Gula gondang Baru & perusahaan Ceper Baru dengan berselendangkan Rowo Jombor dengan Jajaran Gunung Kapurnya merupakan Panorama yang Indah. Di sekitar Deles Indah ini dikenal pula beberapa peninggalan sejarah dan juga tempat rekreasi khusus antara lain  : Bekas Pesanggrahan Sunan Paku Buwono X Makam Kyai Mloyopati Sendang Kali Reno Taman Rekreasi Ngajaran Taman Pemandangan Pring Cendani Gua sapuangin / Siluman

alt

Sumber Air Ingas
Merupakan pemandian dengan sumber air alami yang berasal dari umbul sekitarnya dan dengan panorama alam yang indah serta sejuk,  Terletak  di Desa Cokro, Kec. Tulung, berjarak  sekitar 17 km dari Kota Klaten kearah utara.   Sumber Air Ingas memiliki luas ± 15.000 m2 terbentang dipinggiran kali busur yang mengalir dari utara ke selatan, sehingga pengunjung yang akan memasuki obyek wisata ini harus meniti jembatan gantung yang justru merupakan daya tarik sendiri dari obyek obyek wisata yang lain. Sumber Air Ingas dengan panorama alamnya yang sejuk dan indah, dan juga disini ada kolam renang, warung warung untuk santai serta lahan untuk tempat peristirahatan yang teduh di bawah rindangnya pepohonan yang besar dan kicauan burung. Obyek wisata ini sangat ramai apabila menjelang bulan puasa tiba banyak pengunjung yang padusan di obyek ini dengan kepercayaan bahwa puasanya akan dapat lancer tanpa halangan suatu apapun harinya.

alt

Desa Wisata Melikan
Adalah sebuah desa yang penghasilan masyarakatnya dari pengrajin gerabah, 12 Km jaraknya dari Kota Klaten. Bahan baku kerajinan gerabah Melikan menggunakan tanah liat yang diperoleh dari daerah sekitar, mempunyai keunikan karena cara pembuatannya dengan tehnik putaran miring dan pengrajinnya yang kebanyakan kaum wanita sangat menjaga adat  budaya ketimuran. Produksi kerajinan keramik  Melikan sangat beragam baik jenis, ukuran , bentuk dan warnanya. Di lokasi ini  juga terdapat Guest Hose, Gedung Laboratorium bantuan pemerintah Jepang, wisata hutan, kesenian campursari larasmadya .

alt

Desa Wisata Duwet
Terletak di Kec. Ngawen, merupakan desa agraris  dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan masih melestarikan tradisi  serta budaya Jawa. Mempunyai daya tarik wisata  keindahan alam, kegiatan pertanian, situs sejarah candi Merak, industri kerajinan (bambu, sulak bulu ayam, wayang kulit), tradisi lokal (bersih desa, saparan, sadranan, sambatan, kumbakarnan)  dan atraksi seni budaya seperti pertunjukan wayang, karawitan dan gejog lesung, kethoprak, jathilan, dll. Selain itu para pengunjung juga dapat menikmati makanan khas berupa rengginang ketela. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke desa wisata Duwet dapat menggunakan sarana angkutan pedesaan,  dan bagi yang ingin menginap tersedia sarana akomodasi berupa pondok wisata yang dikelola masyarakat

alt

Kuliner
Jenang Melon, yaitu jenang/semacam dodol dari buah melon yang berpusat di Kalikotes, Kec. Klaten Selatan

alt

Cinderamata
Kerajinan Tatah Sungging, produksinya berupa wayang kulit, hiasan dinding dari kulit yang ditatah dengan corak wayang dll. Terletak di Desa Sidowarno, Kec.  Wonosari.
Kerajinan Payung, hasil kerajinan payung dari kayu dan kertas, hiasan dengan bentuk paying dll.
Kerajinan Tanduk, hasil kerajinannya berupa sisir, entong, tusuk konde, asbak dan pipa rokok, lambang Garuda Pancasila dll. Terdapat di Desa Keprabon, Kec. Polanharjo.

alt

Keunikan Seni Budaya
Yaqowiyu,  Perayaan "Ya Qowiyyu" pertama kali dilakukan Ki Ageng Gribig pada hari Jumat bertepatan tanggal 15 Sapar, sebagai ungkapan rasa syukur atas pemberian nikmat Allah SWT. Rasa syukur itu diungkapkan dalam puji-pujian, berupa kalimat dalam bahasa Arab "Ya Qowiyyu", yang artinya "Allah Yang Maha Perkasa (Kuat)". Kalimat itu dilafalkan berkali-kali. Akhirnya masyarakat menamai prosesi adat itu sebagai "Ya Qowiyyu". "Ya Qowiyyu" merupakan wujud sedekah berupa makanan kepada masyarakat luas. Konon Ki Ageng Gribig bersama Sultan Agung sering shalat Tarawih dan Jumat di Makkah. Suatu hari, sepulang dari Tanah Suci, mereka membawa oleh-oleh tiga buah apem. Tapi, karena jamaah shalat pada waktu sangatlah banyak, maka tiga apem itu dicampurkan dalam apem yang dibuat sendiri untuk dibagikan sebagai oleh-oleh. Meskipun berkali-kali ditambah bahannya, akan tetapi jumlah apem itu tetap belum mencukupi jumlah jamaah yang hadir. Akhirnya Ki Ageng Gribig memutuskan untuk menyebar apem itu seusai shalat Jumat di depan Masjid Besar untuk diperebutkan. Siapa yang mendapatkan apem itu, merekalah yang mendapat berkah. Sejak itu, Ki Ageng berpesan agar jamaah menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah dan memberi makan pada orang miskin. Dan pesan itu diwujudkan dalam bentuk perayaan "Ya Qowiyyu" yang terus berlangsung sampai sekarang. Meskipun beliau wafat, tradisi "Ya Qowiyyu" masih tetap dilaksanakan. Bahkan dari tahun ke tahun, pengunjung yang datang dalam ritual tersebut semakin banyak. Karena halaman masjid besar Jatinom tidak dapat menampung pengunjung, maka beberapa tahun terakhir ini, pemerintah setempat mengalihkan tempat perayaan ke pinggiran sungai yang terdapat kolam. Kolam itulah yang konon adalah tempat wudhu Ki Ageng Gribig beserta santrinya yang berjarak 50 m dari Masjid. Satu minggu sebelum perayaan "Ya Qowiyyu" dibuka secara resmi, wilayah Jatinom memang tampak ramai oleh orang-orang yang khusus datang untuk menyaksikan rangkaian perayaan tradisional yang sudah berlangsung turun temurun itu. Di antara mata acara yang digelar adalah bursa benda seni, pasar malam, pengajian akbar dan berbagai pertunjukan lainnya. Puncak datangnya para pengunjung baik dari Klaten maupun dari luar kota adalah satu hari sebelum acara penyebaran apem yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 14 Sapar pukul 09.00 pagi WIB. Mereka datang sehari sebelumnya, dan menginap di rumah-rumah penduduk di sekitar masjid. Tujuan mereka sama, melihat perayaan tradisi tersebut dan syukur-syukur bisa merebut apem . Acara penyebaran apem diawali dengan pembacaa tahlil dan doa serta acara ritual lainnya. Panitia menyediakan dua menara beton setinggi 4 meter luas 2 x 2 meter persegi sebagai pusat penyebaran apem. Sebanyak 10 orang di masing-masing menara yang mengenakan kaos putih ditugaskan melemparkan apem ke tengah-tengah kerumunan massa. Orang-orang mengacung-acungkan tangan mereka ke arah menara agar tempat mereka berdiri diberi apem. Dan, begitu apem jatuh ke arah mereka, tanpa sungkan-sungkan mereka saling dorong dan berebutan untuk mendapatkannya. Seringkali apem yang semula utuh itu lantas hancur tatkala menjadi bahan rebutan. Ada yang kreatif menggunakan jaring yang diberi galah untuk menangkap apem yang berhamburan. Apem yang disebar dalam perayaan "Ya Qowiyyu" sampai saat ini seberat 3 ton. Begitulah tradisi perayaan "Ya Qowiyyu" yang digagas Ki Ageng Gribig, yang sampai saat ini masih diyakini oleh masyarakat setempat serta yang datang dari luar kota, sebagai perayaan yang mendatangkan berkah bagi kehidupan manusia.
Bersih desa Tanjung Sari, merupakan upacara dengan menggunakan sesaji berupa makanan dan lauk pauk lengkap serta buah-buahan dengan diiringi doa bersama.
Sendratari Roro Jonggrang, mengisahkan jalinan asmara Bandung Bondowoso dengan Dewi Roro Jonggrang yang berakhir secara tragis.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>